RESUME BAB 9 URGENSI DAN TANTANGAN KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA BAGI INDONESIA DALAM MEMBANGUN KOMITMEN KOLEKTIF KEBANGSAAN


Nama     : Siti Aminah Lubis
NIM       : 12405061030064

APA ITU KETAHANAN NASIONAL ?! 👀

  • Ketahanan berasal dari kata tahan (kuat), yang berarti kuat menderita, dapat menguasai diri, tetap pada keadaannya, keteguhan hati dan kesabaran. 
  • Istilah nasional tersimpul pengertian penduduk dari suatu wilayah yang telah mempunyai pemerintah serta menunjukkan makna sebagai kesatuan dan persatuan dalam kepentingan bangsa yang telah menegara.

3 WAJAH KETAHANAN NASIONAL 👇

  1. Ketahanan nasional sebagai konsepsi atau doktrin; 
  2. Ketahanan nasional sebagai kondisi; 
  3. Ketahanan nasional sebagai strategi, cara atau pendekatan. 
Tentang tiga wajah ketahanan nasional ini selanjutnya berkembang dan terumuskan dalam dokumen kenegaraan, misalnya pada naskah Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

DIMENSI/ASPEK KETAHANAN NASIONAL 💢

  1. Ketahanan Ideologi
  2. Ketahanan Politik 
  3. Ketahanan Ekonomi
  4. Ketahanan Sosial Budaya 
  5. Ketahanan Pertahanan Keamanan

    Konsep ketahanan nasional berlapis, artinya ketahanan nasional sebagai kondisi yang kokoh dan tangguh dari sebuah bangsa tentu tidak terwujud jika tidak dimulai dari ketahanan pada lapisan-lapisan di bawahnya.
    Terwujudnya ketahanan pada tingkat nasional (ketahanan nasional) bermula dari adanya ketahanan diri/individu, berlanjut pada ketahanan keluarga, ketahanan wilayah, ketahanan regional lalu berpuncak pada ketahanan nasional (Basrie, 2002)

ASAS KETAHANAN NASIONAL 
  1. Asas kesejahteraan dan keamanan
  2. Asas komprehensif integral (menyeluruh terpadu)
  3. Asas mawas ke dalam dan keluar
  4. Asas kekeluargaan

SIFAT KETAHANAN NASIONAL

  1. Mandiri
  2. Dinamis
  3. Wibawa
  4. Konsultasi
  5. Kerjasama

BELA NEGARA

Bela negara adalah upaya mempertahankan dan meningkatkan kewaspadaan diri dan lingkungan dari ancaman internal dan external negara.
  • BELA NEGARA SECARA FISIK
            yaitu dengan cara militer seperti rakyat terlatih, hansip, kepolisian,dan TNI.
  • BELA NEGARA SECARA NON-FISIK
            seperti mengikuti pendidikan kewarganegaraan secara formal, melaksanakan demokrasi, pengabdian tulus terhadap negara,                berkarya, ikut aktif menanggulangi bencana alam, ikut dalam kegiatan mental spiritual dan membayar pajak.

UNSUR DASAR BELA NEGARA 

  1. Cinta tanah air
  2. Kesadaran berbangsa dan bernegara
  3. Yakin akan pancasila sebagai ideologi negara
  4. Rela berkurban untuk bangsa dan negara
  5. Memiliki kemampuan awal bela negara

FUNGSI BELA NEGARA

  1. Mempertahankan negara dari berbagai ancaman.
  2. Menjaga keutuhan wilayah negara.
  3. Merupakan kewajiban setiap warga negara.Merupakan panggilan sejarah.

TUJUAN BELA NEGARA

  1. Mempertahankan kelangsungan hidup bernegara.
  2. Melestarikan budaya
  3. Menjaga identitas dan integrasi negara
  4. Menjalankan nilai-nilai pancasila

ANCAMAN MILITER

Ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.

ANCAMAN NON-MILITER

ancaman yang menggunakan faktor-faktor nirmiliter, yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.

MENGAPA DIPERLUKAN KETAHANAN SOSIAL DAN BELA NEGARA

Ketahanan sebuah bangsa pada dasarnya dibutuhkan guna menjamin serta memperkuat kemampuan bangsa yang bersangkutan baik dalam rangka mempertahankan kesatuannya, menghadapi ancaman yang datang maupun mengupayakan sumber daya guna memenuhi kebutuhan hidup.

Konsepsi ketahanan bangsa ini dalam konteks Indonesia dirumuskan dengan nama Ketahanan Nasional disingkat Tannas. Upaya menyelenggarakan ketahanan nasional ini dapat diwujudkan dengan belanegara.

SUMBER HISTORIS TENTANG KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA 

  • Perdebatan tentang jati diri bangsa dimulai pada tahun 1960 dan terus berlanjut hingga pengaruh komunisme dari Uni Soviet dan Cina. Keberhasilan Indonesia tersebut berujung pada terbentuknya ideologi nasional yang kemudian dipengaruhi oleh paham nasionalisme. 
  • Pada tahun 1968, Lemhanas menyelenggarakan diskusi tentang jati diri bangsa yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan militer. 
  • Pada tahun 1969, ideologi nasional didefinisikan sebagai kekuatan dan ketangguhan suatu bangsa dalam menghadapi segala tantangan. Ideologi nasional tersebut akhirnya tercermin dalam GBHN 1973.

SUMBER SOSIOLOGIS TENTANG KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA 

  • Ketahanan nasional bermula dari ancaman setelah perang dingin terhadap budaya dan kebangsaan. Dengan menggunakan gagasan ketahanan nasional sebagai keadaan dinamis bangsa yang tangguh dan tahan terhadap berbagai ancaman, gagasan ini tetap relevan untuk studi ilmiah.
  • Ketahanan nasional tetap relevan sebagai pencegah dalam atmosfir saat ini dan di masa depan, karena ancaman telah bergeser lebih ke arah non-fisika setelah berakhirnya Perang Dingin.

SUMBER POLITIS TENTANG KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA 

  • Konsep ketahanan bukan hanya ketahanan nasional, tetapi konsepsi berlapis atau ketahanan berlapis, yaitu ketahanan individu, ketahanan keluarga, ketahanan regional, ketahanan nasional (Basrie, 2002). Ketahanan juga mencakup sejumlah aspek, dimensi atau bidang, misalnya istilah ketahanan pangan dan ketahanan energi.
  • Pada saat ini, wajah ketahanan adalah yang lebih difokuskan adalah ketahanan sebagai kondisi. Karena alasan ini, penting bagi kita untuk mengetahui lebih dalam mengenai seperti apa keadaan suatu negara atau wilayah memiliki tingkat ketahanan tertentu. 
  • Ketahanan nasional yang tinggi dan rendah sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur ketahanan nasional itu sendiri. Elemen- elemen ini dalam pemikiran Indonesia dikenal sebagai asta gatra, yang berarti delapan elemen atau faktor.
  • ASTA GATRA (Unsur Ketahanan Nasional)

            Tiga Aspek Kehidupan Alamiah (Tri Gatra)
    1. Gatra letak geografis
    2. Gatra keadaan dan kekayaan alam
    3. Gatra keadaan dan kemampuan penduduk
            Lima Aspek Kehidupan Sosial (PancaGatra)
    1. Gatra Ideologi
    2. Gastra Politik
    3. Gastra Ekonomi
    4. Gastra sosial budaya
    5. Gastra pertahanan dan keamanan

ARGUMEN TENTANG DINAMIKA DAN TANTANGA N KETAHANAN NASIONAL DAN BELA NEGARA ❗

Indonesia harus memiliki sumber daya dan strategi yang diperlukan untuk mengatasi ancaman dan tantangan dengan meningkatkan keamanan dan pertahanan nasional, memperkuat hubungan diplomatik dengan negara lain, dan meningkatkan standar sumber daya manusia.

ESENSI DAN URGENSI KETAHANAN SOSIAL 💭

  • Esensi ketahanan nasional adalah kemampuan suatu bangsa atau negara untuk melawan berbagai ancaman yang semakin kompleks dan meluas, terutama di era modern ini.
  • Urgensi ketahanan nasional terletak pada pentingnya negara memiliki kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi berbagai ancaman, baik yang datang dari luar maupun dalam negeri. Ancaman di era globalisasi ini tidak hanya berupa konflik militer, tetapi juga ancaman sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang semakin kompleks. 
Dengan merujuk pada ajaran Asta Gatra, ketahanan nasional mengajak Indonesia untuk memperhatikan seluruh aspek kehidupan yang dapat mempengaruhi daya tahan bangsa. Oleh karena itu, ketahanan nasional yang holistik dan dinamis sangat penting untuk memastikan kelangsungan hidup dan kemajuan negara dalam menghadapi tantangan zaman.

ESENSI DAN URGENSI BELA NEGARA 💭

  • Esensi bela negara adalah sikap, tekad, dan perilaku warga negara yang dilaksanakan secara menyeluruh, sistematis, dan terpadu dengan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Bela negara bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup negara.
  • Urgensi bela negara terletak pada pentingnya keterlibatan setiap warga negara dalam menjaga keamanan dan kelangsungan hidup negara. Dengan berbagai ancaman yang terus berkembang, baik fisik maupun non-fisik, seluruh lapisan masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk turut serta dalam bela negara. Melalui pendidikan kewarganegaraan dan pelatihan kemiliteran, diharapkan warga negara memahami tanggung jawabnya, sehingga menjaga kedaulatan negara menjadi tugas bersama, bukan hanya milik TNI.

Komentar